ENGLISH AS A GATEWAY TO GLOBAL MARKETS: A QUALITATIVE STUDY OF VANILLA BUYER OUTREACH
Abstrak
Bahasa Inggris berperan penting dalam komunikasi bisnis internasional dan membantu pelaku usaha kecil menjangkau pasar global. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran Bahasa Inggris dalam aktivitas buyer outreach internasional yang dilakukan oleh pemilik usaha vanila Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif eksploratif dengan data berupa 22 aktivitas outreach kepada calon pembeli di Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Arab Saudi, Inggris, Jepang, dan Amerika Serikat. Data tambahan diperoleh dari kasus penerimaan dan penolakan pembeli serta data pembelian lokal. Data dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahasa Inggris berfungsi sebagai sarana untuk membangun komunikasi dengan calon pembeli internasional, namun tidak selalu menghasilkan peluang bisnis. Temuan mengidentifikasi empat tema utama, yaitu akses ke pasar global, ambiguitas posisi bisnis (positioning ambiguity), kesesuaian produk dengan kebutuhan pasar (product-market compatibility), serta kepercayaan dan kredibilitas dalam pengambilan keputusan pembelian. Sebagian besar aktivitas outreach tidak memperoleh respons, menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa Inggris saja belum cukup untuk meningkatkan keterlibatan pembeli. Keberhasilan komunikasi juga dipengaruhi oleh kejelasan identitas bisnis, kebutuhan pembeli, relevansi produk, dan strategi membangun kepercayaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Bahasa Inggris merupakan alat penting dalam membuka akses komunikasi internasional, tetapi efektivitasnya bergantung pada kemampuan pelaku usaha dalam mengomunikasikan nilai produk dan memahami kebutuhan calon pembeli. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan kajian English for Specific Purposes (ESP), komunikasi bisnis internasional, dan internasionalisasi UMKM.